Jakarta Office
Jl. Pluit Utara Raya No.61
Penjaringan – Jakarta Utara
Enquiries
info@intisumberbajasakti.comMortar instan menawarkan kemudahan karena dapat langsung digunakan setelah dicampur dengan air sesuai petunjuk produk. Namun, sebelum digunakan, mortar dalam bentuk bubuk perlu disimpan dengan benar agar tidak terkena kelembapan dan menggumpal.
Mortar yang sudah menggumpal dapat mengalami perubahan kondisi material dan berisiko menghasilkan campuran yang tidak sesuai. Karena itu, penyimpanan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan, terutama ketika material disimpan cukup lama di lokasi proyek.
Kelembapan merupakan salah satu faktor utama yang dapat menyebabkan mortar bubuk menggumpal. Karena itu, simpan mortar di ruangan yang kering dan terlindung dari air.
Hindari meletakkan mortar di area yang sering terkena hujan, rembesan, atau genangan air.
Mortar sebaiknya tidak diletakkan langsung di atas lantai, terutama jika lantai berpotensi lembap.
Gunakan pallet atau alas lainnya agar karung tidak bersentuhan langsung dengan lantai. Cara ini juga membantu mengurangi risiko material terkena kelembapan dari permukaan bawah.
Selain memilih tempat penyimpanan yang kering, lindungi material dari sumber air di sekitar area penyimpanan.
Jika mortar disimpan di gudang proyek, pastikan atap tidak bocor dan area penyimpanan tidak berdekatan dengan sumber air. Untuk penyimpanan sementara, gunakan pelindung tambahan yang tetap memungkinkan sirkulasi udara dan tidak membuat material terjebak dalam kondisi lembap.
Kemasan mortar berfungsi melindungi material dari lingkungan luar. Jangan membuka kemasan sebelum mortar benar-benar akan digunakan.
Jika terdapat kemasan yang sudah terbuka, pastikan kemasan ditutup kembali dengan baik dan digunakan sesegera mungkin sesuai petunjuk penyimpanan produk.
Menyimpan mortar di area terbuka membuat material lebih mudah terpapar hujan, embun, dan perubahan kondisi lingkungan.
Sebaiknya sediakan area penyimpanan khusus yang terlindung dan memiliki kondisi yang sesuai untuk menyimpan material berbasis semen.
Untuk proyek dengan jumlah material cukup banyak, terapkan prinsip FIFO (First In, First Out). Mortar yang lebih dulu datang digunakan lebih dahulu.
Cara ini membantu mencegah material terlalu lama tersimpan dan memudahkan pengendalian stok di lokasi proyek.
Sebelum dicampur dengan air, periksa kondisi kemasan dan isi mortar. Perhatikan apakah terdapat gumpalan, kemasan rusak, atau tanda-tanda material telah terkena kelembapan.
Jika mortar sudah menggumpal atau kondisinya berubah, jangan langsung digunakan tanpa memastikan kelayakannya berdasarkan petunjuk produsen.
Setiap produk mortar dapat memiliki rekomendasi penyimpanan yang berbeda. Informasi seperti masa simpan, kondisi gudang, dan cara penanganan sebaiknya mengikuti petunjuk yang tercantum pada kemasan atau lembar teknis produk.
Petunjuk tersebut menjadi acuan utama untuk menjaga kualitas material sebelum digunakan.
Penyimpanan yang kurang tepat dapat membuat mortar instan terkena kelembapan dan menggumpal sebelum digunakan. Untuk menghindarinya, simpan mortar di tempat yang kering, gunakan alas seperti pallet, lindungi dari air, pertahankan kemasan tetap tertutup, dan lakukan pemeriksaan sebelum aplikasi.
Dengan penyimpanan yang benar serta pengelolaan stok menggunakan sistem FIFO, risiko kerusakan material dapat dikurangi dan mortar dapat digunakan sesuai fungsinya.
PT Intisumber Bajasakti menyediakan berbagai kebutuhan material konstruksi untuk mendukung pekerjaan proyek Anda.
π Telp: 021-66675999
π Website: www.intisumberbajasakti.com
βοΈ Email: info@intisumberbajasakti.com
Kembali ke list


